Makna Slametan Kematian Bagi Masyarakat Miskin Kota

Munari Kustanto(1*),

(1) Bappeda Kabupaten Sidoarjo
(*) Corresponding Author

Abstract


Slametan kematian menjadi salah satu budaya religious yang masih banyak dianut oleh masyarakat. Fenomena slametan kematian yang masih dilaksanakan oleh masyarakat miskin kota menarik untuk diungkap, apalagi dalam kehidupan ekonomi yang cukup sulit. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis makna slametan kematian bagi masyarakat miskin kota. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi yang berusaha memahami pemahaman informan terhadap fenomena yang muncul dalam kesadarannya. Penelitian ini mengambil Kelurahan Rangkah di Kota Surabaya sebagai lokasi dengan informan adalah mereka yang termasuk masyarakat miskin kota tetapi tetap melakukan slametan kematian. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposive.


Full Text:

PDF

References


Suyanto, Bagong. 1989. Makna Slametan Bagi Masyarakat Perkotaan. Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Surabaya: Universitas Airlangga.

Sekarpawening, Sunu. 1994. Wetonan: Studi Makna Wetonan Bagi Peguyuban PAMEKAS. Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Surabaya: Universitas Airlangga.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1984. Upacara Tradisional Sebagai Kegiatan Sosialisasi DIY. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan DIY.




DOI: https://doi.org/10.32781/cakrawala.v7i2.161

Article Metrics

Abstract view : 161 times
PDF - 48 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 CAKRAWALA



Cakrawala (Jurnal Litbang Kebijakan) Indexed and Journal List Title by:

 

Creative Commons License

Copyright @ 2006, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur