Simbiose Usaha Tahu-ternak Ruminansia Besar di Kabupaten Pacitan

Wiwik Heny Winarsih(1*),

(1) Balitbang Provinsi Jawa Timur
(*) Corresponding Author

Abstract


Usaha pembuatan tahu yang berbahan baku utama kedelai menghasilkan tahu serta limbah ikutan berupa ampas tahu dan air sisa cucian yang berbau menyengat mengandung cuka; usaha ternak rumansia menghasilkan sapi gemuk,sapi induk, anak sapi (pedet), dan susu serta limbah ikutan berupa feses dan urine. Kedua usaha tersebut jika dijalankan dan dikelola dengan baik dapat bersifat saling menguntungkan sehingga terjadi simbiosis secara berkesinambungan. Limbah tahu yang berupa ampas dapat dijadikan pakan ternak dicampur dengan bahan lain berupa hijauan dan konsentrat; sedangkan limbah cair dialirkan pada lahan yang ditanami rumput dapat digunakan sebagai pupuk cair. Sapi yang dicombor dengan ampas tahu dan air cucian kedelai menunjukkan pertumbuhan lebih cepat gemuk sehingga dalam waktu sekitar tiga atau empat bulan pemeliharaan sapi bakalan dapat dijual sebagai sapi potong.


Full Text:

PDF

References


Ngadiyono, N., 2012. Beternak Sapi Potong Ramah Lingkungan, Citra Aji Pratama, Yogyakarta, 76h.

Parakkasi, A., 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan, UI-Press, Jakarta, 851h.

Rianto, E., dan Purbowati, E., 2010. Panduan Lengkap Sapi Potong,Penebar Swadaya, Jakarta, 252h.




DOI: https://doi.org/10.32781/cakrawala.v7i1.177

DOI (PDF): https://doi.org/10.32781/cakrawala.v7i1.177.g176

Article Metrics

Abstract view : 22 times
PDF - 12 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Cakrawala (Jurnal Litbang Kebijakan) Indexed and Journal List Title by:

 

Creative Commons License

Copyright @ 2006, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur