KEBIJAKAN INDUSTRI KREATIF MENDORONG EKONOMI KERAKYATAN DI KABUPATEN BOJONEGORO

M. Amir. HT(1*),

(1) Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur
(*) Corresponding Author

Abstract


Metode dalam kajian ini, menggunakan metode kualitatif sesuai dengan topik kebijakan industri kreatif mendorong ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bojonegoro, metode kualitatif dilakukan karena permasalahan yang diungkap adalah permasalahan yang tidak terungkap melalui data-data statistik, sehingga perlu pendekatan tertentu untuk memahaminya. Penelitian kualitatif merupakan cara untuk memahami perilaku sosial yang merupakan serangkaian kegiatan atau upaya menjaring informasi secara mendalam dari fenomena atau permasalahan yang ada di dalam kehidupan suatu objek, dihubungkan dengan pemecahan suatu masalah, baik dari sudut pandang teoritis maupun empiris. Indonesia saat ini membutuhkan suatu gebrakan dalam perkembangan ekonomi nyata, di antaranya adalah pemenuhan kebutuhan oleh Sumber Daya Manusia, improvisasi dari para pelaku ekonomi, serta kreativitas para pelaku ekonomi (Industri Kreatif). Maka tiga elemen tersebut menjadi sangat dibutuhkan, dalam upaya pengembangan potensi ekonomi kreatif memerlukan rantai nilai yang saling bertaut. Hal ini meliputi aspek penyediaan bahan dasar, proses produksi, sampai dengan distribusi dan konsumsi. Oleh karena itu, perlu mempertimbangkan potensi kewilayahan serta pengembangan tata ruang yang terintegrasi. Sebuah kota kreatif biasanya memiliki beberapa wilayah penyangga yang menjadi bagian dari keseluruhan rantai nilai yang ada. Pola relasi ini dapat dibentuk secara sistematis dengan menghubungkan potensi yang berkembang di beberapa kabupaten, ataupun desa sekaligus dalam satu koridor zona kreatif, melalui regulasi kebijakan. Bojonegoro, Selain kaya dengan potensi Minyak dan Gas Bumi (Migas), kabupaten yang terkenal dengan sebutan Bumi Angling Dharma tersebut juga memiliki banyak industri kreatif, seperti halnya industri Gerabah yang ada di Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro. Namun, Industri tersebut tak sebesar namanya saat di suarakan di panggung-panggung elit pemkab, sebab pelaku industri tersebut banyak mengeluhkan minimnya upaya yang dilakukan pemkab untuk membesarkan industri dari bahan dasar tanah liat tersebut. Berdasarkan data terakhir, industri kreatif mampu berkontribusi terhadap PDB (produk domestik bruto) sebesar 7,29 persen pada tahun 2013 lalu atau senilai 486,1 triliun rupiah (Kemenparekraf dalam Koran Jakarta, 17 Mei 2014). Pada tahun 2010, industri kreatif mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 8,6 juta orang dengan rata-rata tingkat partisipasi sejak tahun 2002 sebesar 7,8% (BPS dan Kemenparekraf,tanpa tahun dalam Renstra Kemenparekraf 2012-2014:52).


Full Text:

PDF

References


Ann Dunham, S. ,Pendekar-pendekar besi nusantara

(1992), Bandung: Mizan Pustaka

Bagja Waluya, Sosiologi: Menyelami fenomena sosial dimasyarakat (2007), Bandung: PT. Setia Purna Inves

Anggraini, Nenny, 2008. “Industri Kreatif”, Jurnal ekonomi Desember 2008 Volume XIII No. 3 hal. 144-151.

Daryanto. 1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Lengkap. Surabaya: Apollo.

Departemen Perdagangan Republik Indonesia.

Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025: Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009-2025. Jakarta: Departemen Perdagangan.

Departemen Perdagangan Republik Indonesia.

Pengembangan Ekonomi Kreatif

Indonesia 2025: Rencana Pengembangan 14

Sub Sektor Industri Kreatif Indonesia 2009-

Departemen Perdagangan.

Departemen Perdagangan Republik Indonesia.

Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2010-2014. Jakarta: Departemen Perdagangan.

Dermawan Wibisono. Kebijakan industri Indonesia

: Dalam situs google

Dewi Sri Rochmulyanti. Teori dan manfaat perdagangan internasional : Dalam situs google.

Ellya Zulaikha, Transformasi IKM Kerajinan Tradisional menjadi Industri Kreatif, dalam personal.its.ac.id/.../2005-ellya.despro- TRANSFOR... hal 6-8

Euis Saedah, Program Kerja DITJEN Industri Kecil dan Menengah Tahun 2012, Kementerian Perindusterian Republik Indonesia.

Eddy Herjanto. Pemberlakuan SNI Secara Wajib di Sektor Industri:Efektifitas dan Berbagai Aspek Dalam Penerapannya”, Jurnal Riset Industri Vol. V, No.2, 2011, oleh Eddy Herjanto, BPKIMI - Kemenperin (

F a k i h , M a n s o u r . 2 0 0 2 . R u n t u h n y a T e o r i Pembangunan dan Globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: https://doi.org/10.32781/cakrawala.v10i1.50

Article Metrics

Abstract view : 850 times
PDF - 866 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 CAKRAWALA



Cakrawala (Jurnal Litbang Kebijakan) Indexed and Journal List Title by:

 

Creative Commons License

Copyright @ 2006, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur