Inovasi Sosial untuk Peningkatan Layanan Publik Melalui Teknologi Digital di Kecamatan Sawoo Ponorogo Jawa Timur
DOI:
https://doi.org/10.32781/cakrawala.v17i2.559Keywords:
Inovasi Sosial, Layanan Publik, Teknologi DigitalAbstract
Riset ini bertujuan mendalami inovasi sosial, faktor pendukung dan penghambat, dan model pengembangan inovasi sosial program desa digital untuk transformasi digital layanan publik di Kecamatan Sawoo Ponorogo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam. Teknik interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penentuan kesimpulan. Hasil menunjukkan inovasi layanan publik berbasis teknologi informasi dilatarbelakangi masalah topografi, dan kebijakan pemerintah pusat. Membutuhkan inovasi sosial (orkestrasi sosial) yang melibatkan antar pemangku kepentingan, yakni: 1) Agen aktif (Camat&Kepala Desa) sebagai pencetus, pengembangan, dan sosialisasi; 2) Agen validasi (Pemerintah Kecamatan) untuk coordinate dan institutionalize; 3) Agen pendukung PT Razen sebagai supplier program, Dinas Kominfo sebagai penyedia akses internet dan pengembang aplikasi, Kemendagri dan Dinas Pendukcapil sebagai pemberi wewenang pembukaan dan penyediaan akses data kependudukan. Faktor pendukung adanya kesadaran kolektif, dan pendanaan desa. Faktor penghambat belum ada jaminan sustainibilitas program, SDM dan infrastruktur jaringan internet. Model pengembangan, yakni: Pertama, membangun ekosistem inovasi untuk pengembangan transformasi: 1) layanan manual to digital; 2) manajemen; 3) model layanan; 4) struktur. Peran dan fungsi ekosistem digital meliputi: Knowledge Team, Business Team, dan Service Team. Kedua, transformasi digital sebagai bentuk rekaya sosial (social engineering), perubahan praktik dan perilaku sosial dalam status socially legitimed yang tidak bersifat parsial-isolatif, tetapi adanya umpan balik positif. Pada tingkat rekayasa sosial berada pada level apropriasi ditandai adanya perubahan pola pikir, perubahan perilaku dan dan perubahan budaya.
References
Adiningsih, S. (2019). Transformasi Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia: Lahirnya Tren baru Teknologi, Bisnis, Ekonomi, dan Kebijakan di Indonesia. Gramedia.
Alimandan. (1993). Sosiologi Perubahan Sosial. Prenada.
Cazalda, I. (2013). Knowledge building and organizational behavior: The Mondragón Case From a Social Innovation Perspective†dalam The International Handbook on Social Innovation Collective Action, Social Learning and Transdisciplinary Research. Edward Elgar Publishing.
Eko Nurharyoko, G. (2020). Inovasi Birokrasi: Membuat Kerja Birokrat Lebih Bermakna. Gramedia.
Miner, J. B. (1997). A Psychological Typology of Successful Entrepreneurs. Greenwood Publishing Group.
Moulaert, F., Callum, D. M., & Hillier, J. (2013). Social Innovation: Intuition, Precept, Concept, Theory and Practice. Edward Elgar Publishing Limited.
Mulgan, G., & Sanders, B. (2007). Social Innovation: What It Is, Why It Matters and How It Can Be Accelerated. University of Oxford.
Nurharyoko, G. E. (2020). Inovasi Birokrasi: Membuat Kerja Birokrat Lebih Bermakna. Gramedia.
Pemkab Ponorogo Meraih Penghargaan di KI Awards Jatim. (2021). https://jatimhariini.co.id/2021/12/02/pemkab-ponorogo-raih-4-penghargaan-di-ki-awards-jatim-2021/ di akses 05 Mei 2022
Phills Jr, J. A., Deiglmeier, K., & Miller, D. T. (2008). Rediscovering Social Innovation. Leland Stanford.
Pue, K., Vandergeest, C., & Breznitz. (2016). Toward a Theory of Social Innovation. ResearchGate.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik.
Repulik Indonesia. (2003). Kebijakan Dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government. Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 3 Tahun 2003.
Restrepo, J. M., & Lee, E. (2015). Institutional Embeddedness and the Schalling-up of Collaboration and Social Innovation. Policy Press Scholarship Online (Chapter).
Robert C Bogdan & S J Taylor. (1975). Introduction to Qualitative Rese-arch Methods. John Wiley.
Satyajid, M., & Marakkath, S. G. N. (2015). Technology and Innovation for Social Change. Springer.
Sengupta, J. (2014). Theory of Innovation:a New Paradigm of Growth. Springer International Publishing.
Simarmata, J. (2021). Manajemen Inovasi. Yayasan Kita Menulis.
Steger, S. M., M. (2002). Social Capi-tal: Critical Perspectives on Com-munity and Bowling Alone. NYU Press.
Transformasi Digital. (2022, Juni 25). [Https://id.wikipedia.org/wiki/Transformasi_digital#Digitasi]. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Transformasi_digital#Digitasi
Wheelen, T. L., & Hunger, J. D. (2012). Strategic management and Business Policy: Toward Global Sustainability. Pearson.
Zuriah, N., & Sunaryo, H. (2018). Ancangan dan Best Practice Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi. Surya Pena Gemilang.

