MODEL PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DI WILAYAH PESISIR PANTAI KABUPATEN SUMENEP

Soetriono Soetriono(1), Djoko Soejono(2*), Dimas B. Zahrosa(3), Ariq Dewi Maharani(4),

(1) Program Studi Agribisnis, Jurusan Soslial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jember
(2) Program Studi Agribisnis, Jurusan Soslial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jember
(3) Program Studi Agribisnis, Jurusan Soslial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jember
(4) Program Studi Agribisnis, Jurusan Soslial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jember
(*) Corresponding Author

Abstract


Wilayah pesisir dan lautan merupakan salah satu sumberdaya alam yang mempunyai sifat kompleks, dinamis, dan unik karena pengaruh dari dua ekosistem, yaitu ekosistem lautan dan daratan. Di lain pihak wilayah pesisir merupakan wilayah tempat berbagai kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, perlu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan industri kreatif yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan memberdayakan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui model pengembangan dan strategi pengembangan industri kreatif di wilayah pesisir pantai di Kabupaten Sumenep. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sumenep. Metode yang dipergunakan adalah metode deskriptif dan analitik. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan melakukan wawancara langsung dan FGD dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan, Force Field Analysis (FFA) dan Analisis Hierarki Process (AHP). Hasil yang diperoleh adalah karakteristik sosial ekonomi, pendapatan dan model pengembangan industri kreatif di wilayah pesisir pantai di Kabupaten Sumenep. Produk yang perlu dikembangkan yaitu petis, abon ikan tuna, baso ikan dan kerajinan kerang Hasil FFA diperoleh Faktor Kunci Keberhasilan (FKK) pendorong dengan nilai urgensi sebesar 1,15 yaitu pesisir bagian utara di dominasi produk olahan basah dan bagian selatan produk kering dan FKK penghambat dengan nilai urgensi sebesar 2,77 yaitu para pelaku industri kreatif cenderung individual dalam mengembangkan usahanya.

Kata Kunci : Industri, Kreatif, Pesisir, Model

Full Text:

PDF

References


Bakri. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif, Tinjauan Teoritis Dan Praktis. Malang : Lembaga Penelitian Universitas Islam Malang.

BPS. 2016. Kabupaten Sumenep dalam Angka 2016. Sumenep: BPS.

Djoko Soejono. 2005. Kajian Pola Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Bondowoso. Jember Kerjasama Yayasan Putra Bangsa (YPB) Jember dengan Balitbang Kabupaten Bondowoso.

Dewantoro, B. 2011. http://bagusdewan.blogspot.com/2011/04/definisi_industri.html.

Hernanto, F. 1996. Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.

Imam, K. 2000. AHP (Analysis Hierarchy Process). (http://elearning.unej.ac.id /courses/SCM02 /document/AHP.pdf?cidReq=SCM02. [28 Juni 2014].

Kholmi, M. dan Yuningsih. 2002. Akuntansi Biaya. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Kuncoro, AT. 2008. Strategi Survival Penduduk Miskin Lahan Kering. http://newblueprint.wordpress.com/contact-us. diakses tanggal 11 April 2009.

Djoko Soejono. 2009. Model Pengentasan Kemiskinan Petani Di Wilayah Tapal Kuda Jawa Timur Melalui Pengembangan Ekonomi Komunitas. Jember: Lembaga Penelitian Universitas Jember.

Muhammad Ilyas Hidayat. 2011. Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir Di Indonesia.

Nawawi, H. 1998. Metode Penelitian Bidang Sosial. Jogjakarta : Gadjah Mada University Press.

Nazir, M. 1999. Metodologi Penelitian. Jakarta: LP3ES.

Oki Lukito, 2010. Kemiskinan Masih Mendera Pesisir. Detik News.

Rulli Mariati. 2009. Mencari Jalan Keluar dari Kemiskinan di Jawa Timur, Maluku Utara, dan Timor Barat. Jakarta: Smeru

Rajab, Budi. 2004. Akar Kemiskinan dan Penanggulangannya. Harian Pikiran Rakyat, edisi Sabtu 30 Oktober 2004. Bandung.

Rachman, H. 2007. Pendalaman Decision Making. [serial online] http://www.google/ahp/decisionmakingforleader.htm/2007Ds=22. [28 Juni 2014].

Soekartawi. 1995. Analisis Usahatani. Jakarta: UI-Press.

Saaty, T. L. 2003. Decision Making in Complex Environments : The Analytic Hierarchy Process (AHP) for Decision Making and The Analytic Network Process (ANP) for Decision Making with Dependence and Feedback. [http://www.google/ahp /tutorialahp / decision making saaty.doc/2003DM=2243 [28 Juni 2014].

Sianipar, J. P. G. dan Entang, M. 2003. Teknik-teknik Analisis Manajmen (Bahan Dasar Diklatpim Tingkat III). Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.

Soekanto, Soerjono, 2005. Sosiologi Suatu Pengantar. Cetakan 38. Jakarta: PT. Grafindo Persada.

Suharto, Edi. 2005. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat, Kajian Strategis Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Sugiono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung: CV Alfabeta Di Kabupaten Magelang. Bandung. Universitas Dipenogoro.

Soetriono, Anik Suwandari dan Rijanto. 2006. Pengantar Ilmu Pertanian. Malang: Bayumedia.

Teknomo, dkk. 1999. Penggunaan Metode Analytic Hierarchy Process dalam Menganalisa

Umar, Husein. 2004. Metode Riset Ilmu Administrasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

World Bank. 2006. Era Baru dalam Pengentasan Kemiskinan di Indonesia.Ikhtisar. Jakarta : The World Bank Office Jakarta.

Zafira afriza. 2013. Karakteristik Masyarakat Pesisir Di Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.32781/cakrawala.v13i1.293

Article Metrics

Abstract view : 1083 times
PDF - 1490 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 CAKRAWALA



Cakrawala: Jurnal Litbang Kebijakan Abstracted/Indexed by:

 

Creative Commons License

Copyright @ 2006, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur