Efektivitas dan Keberlanjutan Program Pengembangan Sarana Prasarana Pertanian di Kabupaten Lamongan

Lailatul Fitriyah(1*),

(1) Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Kabupaten Lamongan merupakan daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur dengan 839.742ton pada tahun 2020.Sebagai penghasil padi terbesar maka diperlukan program dan kegiatan yang mendukung kebijakan peningkatan produksi padi.Salah satunya adalah pelaksanaan program pengembangan sarana prasarana pertanian yang mempunyai empat kegiatan yaitu pengembangan sumber – sumber air untuk irigasi air permukaan, pembangunan jalan usaha tani, pembangunan dan atau rehabilitasi jaringan irigasi Jitut dan Jides serta pengadaan sarana prasarana teknologi tepat guna.Program pengembangan sarana prasarana pertanian juga digunakan untuk mengatasi permasalahan dalam pencapaian peningkatan produksi padi yaitu banjir dan kekeringan yang rutin melanda Kabupaten Lamongan.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas dan keberlanjutan dari program pengembangan sarana prasarana pertanian.Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan alur pemikiran deduktif.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah program pengembangan sarana prasarana pertanian efektif dalam mencapai hasil yang diinginkan namun tidak mengalami keberlanjutan.


Keywords


Efektivitas, Keberlanjutan, Sarana Prasarana Pertanian, Lamongan

Full Text:

PDF

References


Bappenas RI. (2017). Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Pedoman Evaluasi Pembangunan Nasional. Jakarta.

BPS Kabupaten Lamongan. (2019). Data PDRB Kabupaten Lamongan 2019. Kabupaten Lamongan.

BPS Kabupaten Lamongan. (2020a). Angka Kemiskinan 2019. Kabupaten Lamongan.

BPS Kabupaten Lamongan. (2020b). Data Produksi dan Produktivitas Padi. Kabupaten Lamongan.

BPS Kabupaten Lamongan. (2020c). Indeks Pembangunan Manusia. Kabupaten Lamongan.

BPS Provinsi Jawa Timur. (2020). Produksi Padi Provinsi Jawa Timur tahun 2015 - 2020. Surabaya: BPS Provinsi Jawa Timur.

Cresswell, J. W. (2017). Research Design : Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed (Edisi Ketiga). Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Dethan, Yulianti., Bungananaen, Wilhelmus., & Messah, Yunita A. (2015). Evaluasi Kinerja Embung Oeltua. Jurnal Teknik Sipil, Volume IV, 224–234.

Dunn, William N. (2003). Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Istighfaroh, Hikma Nur. (2016). Faktor - faktor yang mempengaruhi produksi padi di Kabupaten Lamongan. ITS SURABAYA: Skripsi Statistika.

Miraza, B. H. (2005). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Bandung: ISEI.

Pramono, R. Widod. Dwi, & Suminar, Ratna Eka. (2019). Ekonomi Wilayah untuk Perencanaan Tata Ruang. Yogyakarta: DEEPUBLISH.

Rahmaniar. (2018). Dampak Pembangunan Irigasi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani. Rez Publica, 4(No. 2), 1–11.

Saragih, Rufdiantho. (2017). Perencanaan Wilayah dan Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Pertanian. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Suminar, Ratna Eka. (2018). Dampak Pengembangan Jalan Usaha Tani (JUT) pada Kawasan Pertanian di Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Plano Madani, 81–88.

Tarigan, Robinson. (2007). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikas. Jakarta: PT.Bumi Aksara.

Wibisana, Malana Ikram. (2017). Analisis Kebutuhan Pengairan Kawasan Pertanian Berdasarkan Bencana Kekeringan di Kabupaten Lamongan Berbasis Sistem Informasi Geografis. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya: Skripsi PWK.

Winarno, Budi. (2014). Kebijakan Publik : Teori , Proses dan Studi Kasus. Yogyakarta: CAPS (Center of Academic Publishing Service).




DOI: https://doi.org/10.32781/cakrawala.v15i1.373

Article Metrics

Abstract view : 112 times
PDF - 52 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Cakrawala (Jurnal Litbang Kebijakan) Indexed and Journal List Title by:

 

Creative Commons License

Copyright @ 2006, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur